2 Kali Warga Kelurahan Manggarai Ini Dikerjain RSUK Tebet - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

2 Kali Warga Kelurahan Manggarai Ini Dikerjain RSUK Tebet

DKI Jakarta
2 kali warga kelurahan manggarai ini dikerjain rsuk tebet
RSUK Tebet

Megapolitanpos.com. Jakarta. Naas benar nasib Syarifuddin (59) warga Kelurahan Manggarai Jakarta Selatan ini, ditengah menahan sakit akibat infeksi saluran kantung kemih yang di deritanya. Syarifuddin harus pasrah menerima nasib dipermainkan oleh Rumah Sakit Umum Kecamatan Tebet (RSUK Tebet).

Syarifuddin menurut Ahmad Muhajir anak kandung Syarifuddin hari ini (6/5) melalui pesan obrolan di media sosial kepada megapolitanpos.com mengatakan bapaknya masuk ke RSUK Tebet pada tanggal 29 Mei 2016 pukul 07:00 Wib. Masih menurut Ahmad Muhajir yang biasa dipanggil Ajir, Bapaknya adalah Peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan nomor kartu 0000039794951ini, pada tanggal 30 Mei 2016 oleh dokter yang menangani akan dilakukan tindakan USG untuk mengetahuin penyebab infeksi di kantung kemihnya yang kambuh kembali itu.

"Pada tanggal 30 Mei 2016 itu pihak RSUK Tebet telah melakukan konfirmasi ke kami pihak keluarga, pertama dikatakan sore akan di USG. Namun sampai pukul 19:00 Wib tdak juga dilakukan USG. Kami menanyakan hal tersebut kenapa bapak belum juga di USG, jawaban RSUK Tebet mengatakan tdak jadi di USG dengan alasan dokternya tidak ada karena sedang praktek di luar" ungkap Ajir.

"Ini kan bikin bingung warga yang awam soal penyakit, sudah dijadwal kok ditunda hanya karena dokter yang menangani tidak ada kerena sedang praktek di luar. Sore tanggal 31 Mei 2016 RSUK Tebet kembali menjanjikan akan segera di USG, namun tidak dikabarkan jam berapa akan di USG. Padahal bapak saya paginya sudah menggigil dan menahan sakit. Baru setelah dilaporkan ke dinkes DKI, pihak RSUK Tebet menghubungi kami dan malam jam 20:00 wib bapak akhirnya di USG" tambah Ajir..

Usai di USG penderitaan Syarifuddin belum berakhir, hasil USG memutuskan bahwa dirinya harus di rujuk ke RS Fatmawati untuk dilakukan CT-Scan. RSUK Tebet tanggal 5 Juni 2016 Syarifuddin datang ke RS Fatmawati untuk menjalani CT-Scan sesuai rujukan dari RSUK Tebet. Namun ternyata rujukan tersebut ditolak oleh pihak RS Fatmawati dengan alasan pihak RSUK Tebet belum melakukan rujuk an BPJS online. Akhirnya Syarifuddin kembali pulang dengan menahan sakit yang semakin menjadi.

Dijelaskan oleh Ajir "Kakak saya sudah meminta rujukan pasien umum tidak usah pakai rujukan BPJS karena sudah trauma menggunakan BPJS, tapi oleh doter di RSUK Tebet dilarang dan tetap menggunakan rujukan sebagai pengguna BPJS. Tapi nyatanya di Fatmawati malah di tolak dengan alasan RSUK Tebet belum melakukan rujukan BPJS online. Akhirnya bapak dibawa pulang lagi padahal sakitnya semakin menjadi akibat infeksi saluran kemih tersebut"

"Malam ini (6/5) kakak saya kembali ke RSUK Tebet menjelaskan permasalahan yang terjadi, tapi malah disuruh balik lagi tanggal 22 Mei. Kok lama banget apa warga disuruh nahan sakitnya akibat kekacaun sistem dan kooridinasi pelayanan kesehatan di DKI ini." ungkap Ajir dengan kesal.

Sementara itu Agung Nugroho, ketua Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Syarifuddin warga Kelurahan Manggarai Jakarta Selatan itu. Agung menilai ini adalah bukti bahwa sistem pelayanan kesehatan di DKI kacau balau. Bayangkan hanya untuk mendapat pelayanan USG saja warga harus di tunda-tunda karena tidak ada dokter. Bahkan ketika dirujuk pun sangat terlihat kekacauan koordinasi antar RS perujuk dengan RS rujukan dan BPJS.

Agung meminta agar Gubernur DKI segera membenahi sistem pelayanan kesehatan di DKI serta koordinasi antar RS dan BPJS di DKI, bukan tidak mungkin kasus yang dialami Syafaruddin juga terjadi dengan warga yang lainnya namun tidak terungkap.

"Ahok lebih baik fokus membenahi hal ini ketimbang terus melakukan sensasi dan akrobatik poitik d media massa. Moso tega lihat warganya yang kesakitan akibat infeksi saluran kantung kemih harus menahan sakitnya sampai tanggal 22 Mei 2016. Ini pelayanan publik macam apa ?" ujar Agung Nugroho, Ketua Nasional Rekan Indonesia.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top