Dua Orang Wartawan Di Bekasi Di Aniaya - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Dua Orang Wartawan Di Bekasi Di Aniaya

Bekasi
dua orang wartawan di bekasi di aniaya
Zar Pasca Penganiayaan Lapor Ke Polisi

Megapolitanpos.com. Bekasi. Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini dialami 2 orang wartawan yang sedang menjalankan tugasnya sebagai Jurnalis, Zar (38), Dicky (35) dari wartawan Mingguan Kota Bekasi.

Dua orang wartawan ini babak belur diduga lantaran dihajar preman suruhan Kasi Trantib kecamatan pondok gede selasa (17/5).

Kedua Wartawan tersebut sedang melakukan tugas jurnalistiknya, yaitu: mencari, menggali dan mengembangkan sebuah informasi yang diperolehnya, kedua wartawan ini telah “mengendus” adanya Dugaan Korupsi terkait Stadion Mini di wilayah kecamatan Pondok Gede Bekasi.

Menurut penuturan korban berinisial “Zar”, kejadian pemukulan terhadap dirinya tersebut berawal saat Ia dan teman nya mendatangi Kantor Kecamatan Pondok Gede guna mengkonfirmasi kebenaran berita adanya dugaan korupsi tersebut kepada Camat Pondok gede Chaerul.

Namun siapa sangka, dirinya dihadang oleh Oknum berseragam Coklat yang belakangan diketahui sebagai Kasi Trantib Kecamatan Pondok Gede Bekasi Jawa Barat.

Sambil bertolak pinggang Kasi Trantib mengatakan kepada kami," Camat tidak ada dikantor," bentaknya dengan muka sinis, tutur Zar menirukan ucapan Kasi tersebut.

"Mendengar hal itu lalu kami yang beranjak pulang, namun saat kami melewati parkiran, terlihat mobil Camat terparkir, tentu saja kami terkejut dan merasa dibohongi oleh Kasi Trantib yang mengatakan Camat tidak ada di kantor, kami pun kembali kedalam kantor kecamatan pondok gede dan menegur kasi Trantib tersebut, kami tegur dia karena menghalangi Kinerja pers," ungkap Zar.

Masih menurut kedua korban, merasa tidak terima ditegur, Kasi Trantib menelpon “Orang-orang”-nya, dan tidak beberapa lama 3 orang dengan ciri-ciri berbadan kekar dan sangar menghampiri korban dan langsung mengintimidasi kedua korban, tak hanya itu, bogem mentah pun bertubi - tubi menghujani muka, kepala, dada dan punggung kami yang notabene sedang melakukan perintah Undang - Undang Pers No: 40 tahun 1999, kami dibully bagaikan binatang disaksikan oleh Kasi Trantib tersebut.

Zar mengalami luka - luka dan benjolan dikepala karena dibenturkan ke dinding, sungguh tindakan yang biadab. atas kejadian tersebut, kedua korban melaporkan peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan berat ini ke polres Bekasi Kota, dengan LP No 1133/ K/V/2016/SPKT/Resta Bekasi Kota, lalu melakukan Visum et repertum.

Perihal keterangan laporan “Pengeroyokan”. Secara hukum masuk KUHP Pasal 170, berlapis dengan Pasal 351. Bahkan secara undang-undang terkait dengan UU Pers No.40 tahun 1999 terutama pasal 18.

Dihubungi melalui telepon selullernya, Pengacara LBH DPC PWRI Jakarta Utara, Jefri Luanmase SH mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh Kasi Trantib Kecamatan Pondok Gede tersebut"

"Ini negara hukum, bukan negara preman. Apalagi melakukan kekerasan dengan semena mena, main pukul dan keroyok. Saya minta pihak Kepolisian segera menagkap dan memenjarakan pelaku pengeroyokan, dan Walikota Bekasi harus memecat Kasi Trantib yang telah bertindak arogan, padahal Camat itu pelayan publik, tak seharusnya dijaga bagaikan raja," tegas Jefri di Kantor PWRI Jakarta Utara Jl. Yos Sudarso Selasa (17/05/16)

Ditempat yang sama, Dharma Leksana, selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PWRI Jakut menyerukan,” UU Pers No. 40 tahun 1999 harus ditegakkan, Pers melaksanakan kontrol sosial.

Peran serta untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan, baik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya.

Dan dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormati hak asasi setiap orang, karena itu dituntut pers yang profesional dan terbuka, para wartawan memiliki hak untuk bertanya dan klarifikasi atas dugaan penyelewengan.

Oleh karena itu, tindakan yang dilakukan Kasi Kecamatan Pondok Gede dan preman-preman suruhan merupakan tindak pidana yang harus diusut tuntas,ujarnya serius saat ditemui di kantornya jalan Yos Sudarso no. 57 jakarta utara (17/05).

Sementara itu ditempat terpisah, Wakil Ketua Badan Peneliti Independen KPN PN DKI Jakarta, Rukmana, S.Pd,I berujar perilaku main keroyok dan main pukul tidak bisa dibiarkan merajalela di negeri ini.

Rukmana melanjutkanIni akan menjadi kasus yang serius untuk segera ditangani Seret ke penjara pelaku pengeroyokan wartawan dan pecat Kasi Trantib Kecamatan Pondok Gede secepatnya,Saya akan mengirimkan suratsecepatnya kepada pihak pihak yang berkompeten terkait masalah ini.

Rukman pun mengusulkan agarKasi Trantib dicopot dari jabatan - nya apabila terbukti memang dia memerintahkan preman - preman untuk melakukan kekerasan terhadap wartawan.(KOKO)

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top