Sidang Gusti Gelombang, Video Rekayasa Diputar di Persidangan - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Sidang Gusti Gelombang, Video Rekayasa Diputar di Persidangan

Hukum
sidang gusti gelombang video rekayasa diputar di persidangan
Sidang Kasus Kriminalisasi Gusti Gelombang

Megapolitan Pos, Pangkalan Bun: SIDANG kasus kriminalisasi Gusti Gelombang oleh perusahaan besar kelapa sawit PT BGA (Bumitama Gunajaya Abadi) terus bergulir di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun, Kotawaringin barat, Kalimantan Tengah. Dalam sidang lanjutan yang berlangsung Kamis (17/3/2016) terdakwa Gusti Gelombang bersama penasehat hukumnya mengajukan beberapa saksi.

Saksi-saksi yang diajukan itu dimaksudkan untuk mematahkan tuduhan yang menyatakan Gusti Gelombang telah menggelapkan insentif untuk para pejabat dan tokoh masyarakat di Kecamatan Kotawaringin Lama. Sebagaimana dipaparkan dalam sidang terdahulu, Gusti Gelombang dituduh menggelapkan insentif untuk seorang kepala Desa bernama Ewan senilai Rp8 juta. Dalam sidang terdahulu Gusti Gelombang sudah menyangkal tuduhan itu, karena kala itu di saat ia bekerja sebagai staf humas di perusahaan itu, selalu membayarkan insentif tersebut ke seluruh pejabat dan tokoh yang ada dalam daftar. “Dan Saudara Ewan selalu rutin menerima.

Bukti kuitansinya juga lengkap, ada,” kata Gusti Gelombang. Belakangan diketahui, tuduhan penggelapan Rp8 juta oleh Gusti Gelombang itu hanyalah sebuah rekayasa yang dilakukan pihak perusahaan. Alasannya, karena Gusti Gelombang melaporkan pihak PT BGA tersebut ke Polda Kalteng. Mengapa? “Karena perusahaan itu memalsukan tandatangan anggota koperasi untuk mencairkan kredit sebesar Rp66,4 miliar rupiah. Dan dana itu cair,” tutur Gusti Gelombang sambil menunggu persidangan.

Gelombang sendiri saat ini duduk sebagai ketua koperasi, di mana tanda tangan anggotanya dipalsukan untuk mencairkan dana tersebut. Rekaman rekayasa: Dalam persidangan yang dihadiri para pendukung Gusti Gelombang yang berkaos merah itu, kuasa hukum Gusti Gelombang memutarkan video rekaman rapat para petinggi PT BGA dengan para pejabat dan tokoh setempat.

Rapat tersebut membahas rencana rekayasa bagaimana memenjarakan Gusti Gelombang yang kala itu telah melaporkan dugaan pidana berupa pemalsuan tanda tangan PT BGA ke Polda Kalimantan Tengah. Dalam video tersebut, seorang petinggi di PT BGA Joko Catur, yang kala itu menjabat sebagai Kepala Wilayah V PT BGA Kotawaringin Lama (Kolam) meminta warga, untuk mencari bahkan membuat suatu persoalan atau perselisihan dengan Gusti Gelombang serta sang adik, Gusti Samudera. "Kalau mau laporkan ke Polisi, saya fasilitasi," ujar Joko Catur dalam video yang diputar di ruang sidang PN Pangkalan Bun, Kamis (17/4).

Video tersebut direkam oleh salah seorangn peserta yang hadir dalam rapat rahasia yang diselenggarakan pejabat PT BGA tersebut. Dalam video yang diputar sekitar 4 menit itu, Joko Catur menganggap Gusti Gelombang sebagai ancaman bagi kepentingan perusahaan. Lantaran Gusti Gelombang melaporkan kasus pemalsuan tanda tangan anggota koperasi untuk peminjaman kredit pembangunan kebun plasma PT BGA, senilai lebih dari Rp60 milyar kepada Bank Niaga pada tahun 2009 lalu. "Bapak tahu enggak ini Gelombang melaporkan kita ke Kapolda pak. Inikan penghinaan." Dalam video itu Joko Catur menyatakan, seluruh kepala desa se-Kotawaringin Lama (Kolam) mendukung pihak PT BGA untuk mempolisikan Gusti Gelombang. Bahkan anggota DPRD juga mendukung. "Semua kepala desa sudah ngumpul ke kita. Kepala desa, anggota Dewan sudah ngumpul semua ke kita," ujar Joko Catur.

Pejabat yang dikenal bernama Joko Catur itu meyakinkan warga untuk bersedia bekerjasama dan kompak memenjarakan Gusti Gelombang. Dalam video itu Joko Catur berapi-api meyakinkan warga untuk memenjarakan Gusti Gelombang apapun caranya. "Kita yakinnya cuma satu pak. Kita harus penjarakan Gelombang itu." Kasus pelaporan oleh Gusti Gelombang ke Polda Kalimantan Tengah dirasakan sangat merepotkan pihak perusahaan. Bukan hanya itu, perusahaan juga mengeluarkan biaya hura-hura yang tidak sedikit. "Cuma, kita kan capek jadinya.

Capek lagi ngeluarkan biaya hura hura lagi kan. Untuk bayar pengacara lagi. Ya kita yakin menang,” kata Joko dalam rekaman video itu. Sidang kali ini tampak dijaga ketat oleh puluhan polisi dari Polres Kotawaringin Barat. Menurut pengakuan petugas, pihaknya dilapori oleh seseorang yang mengatakan bahwa para pendukung Gusti Gelombang hadir memenuhi ruang sidang. (*)


Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top