Pemilihan Rektor Jadi Cerminan Integritas Perguruan Tinggi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Pemilihan Rektor Jadi Cerminan Integritas Perguruan Tinggi

Peristiwa
pemilihan rektor jadi cerminan integritas perguruan tinggi
Unras Mahasiswa Menolak Rektor

MEGAPOLITANPOS.COM. BANDUNG. Komunitas aktivis Jawa Barat yang tergabung dalam BAKIN (Barisan Aktivis Keadilan Indonesia) prihatin dengan proses Pemilihan Rektor (Pilrek) UNPAD yang berjalan sangat keras dan terkesan politis.

Mereka menganggap bahwa Pilrek di kampus apapun seharusnya dapat berjalan dengan efisien dan damai apabila elit kampus mampu memegang teguh nilai-nilai luhur perguruan tinggi, khususnya nilai integritas.

“Warga kampus selalu diajarkan untuk menjunjung tinggi integritas, yaitu bagaimana berperilaku etis, jujur, dan adil. Mereka yang memiliki hak bicara dan hak suara di MWA (Majelis Wali Amanat), juga mereka yang menjadi Calon Rektor (Carek), seharusnya menjadi teladan dalam hal integritas. Jika terdapat Carek yang integritasnya dipertanyakan orang, maka semuanya perlu menelusuri dan mengklarifikasi masalahnya hingga tuntas. Hanya dengan demikian, kehormatan UNPAD dapat dijaga,” ujar Elfin Afifudien, Pemimpin Umum BAKIN, yang juga alumni UNPAD.

BAKIN menganggap bahwa kehormatan UNPAD dan kredibilitas MWA (Majelis Wali Amanat) dipertaruhkan jika figur terpilih dalam Pilrek kelak adalah sosok yang dianggap memiliki ‘cacat’ integritas. Karena itu, komunitas mahasiswa tersebut meminta MWA memperhatikan dengan serius rekomendasi lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) agar Pilrek mengakomodasi laporan-laporan mengenai rekam jejak para Carek.

Seperti diketahui, Pilrek yang sedianya berakhir pada Oktober 2018 mengalami penundaan setelah ORI meminta MWA mempertimbangkan laporan masyarakat mengenai rekam jejak Carek. Rekomendasi tersebut dikeluarkan ORI menyusul adanya pengaduan dari masyarakat bahwa MWA ‘mengabaikan’ laporan mengenai dugaan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Carek Obsatar Sinaga kepada (mantan) istrinya.

BAKIN menilai bahwa kalangan MWA dan civitas academica perlu mendorong pihak kepolisian untuk bersuara mengenai peristiwa dugaan KDRT tersebut sehingga dapat diketahui benar atau tidaknya tuduhan yang dialamatkan kepada Obsatar.

“Kita harus adil dong. Jika polisi menyatakan benar (ada) peristiwanya, maka MWA dapat menggunakannya sebagai alasan untuk tidak memilih Prof Obsatar. Jika polisi menyatakan tidak ada peristiwanya, ya harus diumumkan kepada publik agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” jelas Elfin.

BAKIN sendiri berinisiatif mengirimkan surat kepada Kepala Polwiltabes Bandung untuk mengetahui kejelasan mengenai kasus dugaan KDRT itu, pada Senin (8/4). Mereka berharap, kepolisian dapat memberikan informasi yang jernih mengenai kasus tersebut sehingga segenap warga UNPAD dapat bersikap secara adil dan bijaksana.

Penjelasan kepolisian juga dapat menjadi bahan bagi MWA untuk melanjutkan proses Pilrek UNPAD ke tahap pemilihan.

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top