BPPB Himbau Media Daring Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

BPPB Himbau Media Daring Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Pendidikan
bppb himbau media daring gunakan bahasa indonesia yang baik dan benar
Ahli Bahasa, Martha Lena berbincang- bincang dengan peserta pelatihan

MEGAPOLITAPOS.COM, Jakarta-

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa( BPPB), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemendikbud) menghimbau agar media berperan aktif dalam mensosialisasikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada masyarakat.

Dalam hal penggunaan bahasa pada media, khususnya media daring, masih banyak terdapat kesalahan penulisan misalnya dalam menyusun suku kata, menyusun kalimat juga dalam penggunaan istilah asing.

Demikian yang dikemukakan Martha Lena, ahli bahasa dari BPPB dalam acara " Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia Bagi Insan Media massa Daring, hari kedua di Aula BPPB, Rawamangun Jakarta Timur,Kamis(28 /03/2019).

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak 27-28 maret 2019 yang digelar BPPB tersebut menghadirkan narasumber antara lain, Ovi Soviaty (Kepala Pusat Pemasyarakatan), Akik Tadjudin (Kepala Subbidang Penyuluhan), Lustantini Septiningsih (Pusbanglin), dan Martha Lena (Ahli Bahasa). Selain narasumber tersebut peserta datang dari berbagai insan media cetak, media daring dan media elektronik.

" Kita masih menemukan banyak kesalahan dalam penggunaan bahasa di media daring, hal itu mungkin wartawannya punya keterbatasan waktu dalam mengunggah berita, misalnya, dalam menyusun suku kata, menyusun kalimat juga dalam penggunaan istilah asing, " ungkap Martha.

Menurut Martha, kita memiliki panduan dalam bahasa Indonesia dan jika ada pertanyaan bisa diajukan pertanyaan.

" Dalam penulisan istilah bahasa asing misalnya, boleh dimasukan tetapi penulisannya harus miring," jelas dia.

Martha mencontohkan, kata Unicorn, sekarang penulisannya Unikorn, seperti dulu computer sekarang Komputer.

Terkait kesalahan penggunaan bahasa, Martha mengakui, pihaknya tidak memberikan sangsi dan juga semacam rekomendasi kepada Dewan Pers perihal ketentuan penggunaan bahasa.

" Badan Bahasa memang tidak mengeluarkan rekomendasi khusus ke instansi seperti dewan pers, kita hanya menghimbau dan
menempuh jalan kekeluargaan, untuk itu kami punya kegiatan namanya safari bahasa, yaitu melakukan kunjungan ke kantor- kantor media," katanya.

Dijelaskannya, Safari Bahasa adalah bagian dari kegiatan sosialisasi dan diharapkan dari kegiatan tersebut dapat memotivasi insan media dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

" dalam Safari Bahasa, kita mengingatkan kembali tentang penggunaan bahasa Indonesia, bersikap positif dan memberlakukan bahasa dengan layak, kalau bisa kita menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar," terangnya.

Sesuai Undang-undang no.24 tahun 2009, bahasa Indonesia mempunyai kedudukan sebagai bahasa nasional dan wajib digunakan.Selain itu mengacu pada sumpah pemuda yang menyebutkan bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa persatuan.

" ada 700 bahasa daerah di Indonesia, kalau kita egois semua berkomunikasi menggunakan bahasa daerahnya masing-masing gimana jadinya, Kita menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dengan tetap memelihara keanekaragaman bahasa daerah," tuturnya.

Lustantini Septiningsih dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan
( Pusbanglin) dalam acara yang sama mengungkapkan, setiap kalimat berjejer belum tentu kalimat, minimal satu subjek satu predikat, dan setiap kalimat berita harus diakhiri tanda titik.

" kalimat yang benar syaratnya harus ada subjek, predikat, objek.
Sering saya temukan bahasa yang tidak perlu dalam hal penulisan di media," kata Lustantini.

Kepala Subbidang Penyuluhan, Akik Takjudin dalam sambutan penutupnya mengatakan Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan wawasan kebahasaan serta sebagai upaya membudayakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

" Semoga materi yang disampaikan dari narasumber dalam kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dibidang kebahasaan, " kata Takjudin.

Sementaraitu, salah seorang peserta, Indah Puspita mengaku terkesan dengan acara pelatihan keterampilan bahasa ini.

Menurut nya hal tersebut menjadikan wawasannya bertambah dalam penggunaan bahasa.

" Materi yang digunakannya praktis dan kedepannya saya akan sangat hati - hati dalam penulisan bahasa," Imbuhnya.(Achmad, Sholeh/Doni)

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top